Berita

UPACARA MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA

KARAWANG – Seluruh mahasiswa/i Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI), Minggu (28/10), melaksanakan upacara dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-90. Peserta upacara sendiri merupakan mahasiswa prodi TPKR-4 angkatan ke-3, prodi TPMO dan prodi TPKR-4 angkatan ke-4. Upacara kali ini tidak dilaksanakan di kampus AKTI, tapi dialihkan ke asrama AKTI karena bertepatan dengan hari Minggu/hari libur. Meskipun demikian, mahasiswa/i tetap semangat dalam melaksanakan upacara dan kegiatan tetap berjalan dengan hikmat dan lancar.

Pembina asrama, Bapak Sudiyono, kali ini menjadi pembina upacara peringatan ini. Beliau berpesan, upacara peringatan ini merupakan bentuk menghargai jasa para pahlawan. Sebagai generasi muda harus semangat dan gesit dalam bergerak. Dan dalam memperingati hari bersejarah ini, harus meriah dan jangan sampai kosong. Maka dari itu, perlombaan dan pertandingan yang nanti akan dilaksanakan hendaknya tetap sportif dan jangan terlalu berambisi untuk menang, karena kalian para mahasiswa/i di sini adalah saudara. Jadi tetap jaga hal safety, kekompakan, dan semua harus jadi supporter timnya

 

Beralih dari hal itu, menilik sedikit mengenai sejarah Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928.

Kongres Pemuda I di Batavia (Jakarta) tepatnya tanggal 30 April – 2 Mei 1926. Kongres yang diikuti seluruh organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Betawi dll, menghasilkan kesepakatan kegiatan pemuda dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kongres Pemuda II dilaksanakan di Batavia (Jakarta) pada tanggal 27-28 Oktober 1928 (dua kali rapat). Dari kongres rapat pertama inilah lahir Sumpah Pemuda. Harapan dari kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan. Dalam kongres ini Moehammad Yamin menyebutkan, persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, pendidikan, kemauan dan hukum adat.

Rapat kedua 28 Oktober 1928 (Gedung Oost-Java Bioscoop) membahas masalah pendidikan. Pada rapat penutup menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi. Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola tanpa syair.Rumusan hasil kongres berupa Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin, yang berisi :

“Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia”.
“Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia”.
“Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”.

 

Leave a Reply