Penelitian

Kebijakan di bidang Penelitian

Demi mewujudkan salah satu poin dari Tridharma Perguruan Tinggi dan Untuk mencapai visi dan misi yang telah disebutkan, AK Toyota Indonesia telah memprioritaskan program-program penelitian sebagai salah satu keunggulan.

slider-tangkas

 

Adapun arah kebijakan Penelitian dicantumkan dalam statuta AK Toyota Indonesia Pasal 41 dengan poin sebagai berikut:

  • Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu misi institusi dalam bentuk pelayanan dan/atau kerjasama institusi dengan masyarakat sesuai dengan kompetensi akademik yang dimiliki;
  • Orientasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah penerapan ilmu, alih penguasaan teknologi untuk pembangunan bangsa, penguatan kompetensi sumber daya, dan berperan serta dalam memberdayakan dan memajukan masyarakat khususnya industri;
  • Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Unit Pengabdian kepada Masyarakat;
  • Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan pendidikan;
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan pengabdian kepada masyarakat diatur di dalam Ketetapan Senat.

Arah kebijakan Penelitian AK Toyota Indonesia:

  1. Menekankan pada pembangunan desa tertinggal.
  2. Mengangkat potensi masyarakat lokal
  3. Pemenuhan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan
  4. Memprioritaskan penelitian dan penerapan teknologi aplikatif.
  5. Berorientasi pada dampak /outcome

Kemudian untuk fokus Penelitian diarahkan pada bidang unggulan berikut:

  1. Pendidikan
  2. Pengentasan kemiskinan
  3. Energi baru dan terbarukan
  4. Pembenahan Infrastruktur, transportasi dan home industry
  5. Pengenalan eknologi mekanik & elektrik sederhana (ex: micro hidro)

penelitian

Kebijakan Pengalokasian Anggaran Untuk Penelitian

Kegiatan Penelitian serta penghargaan terhadap karya ilmiah yang merupakan hasil Penelitian didukung pendanaannya secara selektif dan kompetitif oleh Yayasan Toyota Indonesia. Yayasan akan mengalokasikan dana untuk diakses dosen mendukung kegiatan Penelitian, seperti dicantumkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran untuk setiap tahunnya.

Dana yayasan dipergunakan juga untuk pengelolaan kegiatan Penelitian seperti pembiayaan untuk pelatihan dan proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian.

AK Toyota Indonesia juga mendorong dan memfasilitasi para dosen untuk mengakses dana hibah dari sumber-sumber eksternal seperti Direktorat Penelitian, Dikti dan perusahaan swasta maupun dari kerjasama dengan lembaga penelitian di luar negeri. Kerjasama Penelitian dikelola oleh AK Toyota Indonesia Bidang Eakademik dan Eksternal bekerjasama dengan institusi lain dalam bentuk kontrak penelitian.

Kebijakan Pelaksanaan Penelitian oleh Dosen

Di bidang peningkatan kegiatan Penelitian, Kebijakan Pelaksanaan Penelitian Oleh Dosen dijabarkan dalam berbagai Program Kegiatan berikut:

  1. Pelatihan dosen sebagai peneliti/pengabdi untuk meningkatkan kemampuan menulis proposal Penelitian yang berkualitas.
  2. Pelatihan dosen untuk menulis artikel ilmiah yang memenuhi kualifikasi untuk dipublikasikan di jurnal ilmiah.
  3. Peningkatan kerjasama Penelitian, dengan lembaga pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan lembaga swasta serta industri manufaktur.
  4. Peningkatan perolehan dana Penelitian dari pihak eksternal melalui kegiatan sosialisasi dan memberikan dukungan dan fasilitas kepada para peneliti/pengabdi.

Kebijakan Penelitian oleh Dosen Bersama Mahasiswa/-i Dikaitkan dengan Upaya Pencapaian Misi Dan Tujuan Program Studi

Di bidang peningkatan pelayanan penelitian, Program Strategis diatas dijabarkan dalam berbagai Program Kegiatan Dosen dan Mahasiswa/-i:

  1. Sosialisasi dan pemberian fasilitas pelayanan yang mendukung program hibah Penelitian, khususnya yang ditawarkan oleh Direktorat Penelitian, Dikti.
  2. Pembangunan sistem informasi Penelitian untuk pengelolaan dan administrasi kegiatan Penelitian berbasis website.
  3. Pengintegrasian kegiatan Penelitian sebagai kegiatan dosen dengan memasukkannya sebagai Rencana Kegiatan Semesteran atau tahunan.
  4. Peningkatan manajemen pengelolaan kegiatan Penelitian, baik untuk Penelitian dengan skema internal maupun pendanaan pihak eksternal.
  5. Penetapan peraturan pengelolaan kegiatan Penelitian, yang didasarkan pada evaluasi terhadap peraturan pengelolaan kegiatan penelitian yang sudah ada.
  6. Penetapan peraturan insentif terhadap karya ilmiah dosen, yang didasarkan pada evaluasi terhadap peraturan insentif yang sudah ada.
  7. Penataan dan pengembangan organisasi untuk pengelolaan Penelitian dengan mendirikan berbagai Pusat yang bersifat multidisiplin di bawah Lembaga Penelitian.

Kebijakan Dan Standard Operation Procedures Pengunggahan Tugas Akhir Mahasiswa/-i Dan Karya Ilmiah Dosen

Kebijakan AK Toyota Indonesia terkait Pengunggahan Tugas Akhir Mahasiswa/-i Dan Karya Ilmiah Dosen:

  1. Mewajibkan dosen mempresentasikan hasil penelitiannya dalam pertemuan ilmiah, atau mempublikasikannya dalam jurnal ilmiah nasional atau internasional
  2. Mewajibkan dosen untuk menyisihkan dana penelitian untuk publikasi. Bila suatu artikel diterima untuk diterbitkan atau diseminarkan, namun alokasi dana yang dianggarkan untuk publikasi internasional oleh dosen tidak mencukupi, maka AK Toyota Indonesia berkomitmen untuk memenuhi
  3. AK Toyota Indonesia mengalokasikan dana insentif untuk naskah yang berhasil dimuat dalam jurnal internasional.
  4. AK Toyota Indonesia mewajibkan program studi untuk mengumpulkan setiap publikasi dan melaporkannya pada Lembaga Penelitian.
  5. Agar supaya mutu publikasi dapat ditingkatkan, AK Toyota Indonesia merancang program pelatihan penulisan ilmiah bagi dosen muda. Materi pelatihan berpedoman pada Panduan Penulisan Karya Ilmiah Perguruan Tinggi.

SOP Pengunggahan karya ilmiah dosen atau Mahasiswa/-i :

  1. Mahasiswa/-i/dosen mengajukan usulan judul karya ilmiah ke Ketua Jurusan masing-masing untuk mendapatkan persetujuan. Ketua Prodi dapat menyetujui, atau menyarankan untuk melakukan perubahan, atau merevisi, atau menolak usulan judul artikel ilmiah Mahasiswa/-i atau dosen bersangkutan.
  2. Mahasiswa/-i/dosen mulai menulis artikel ilmiah dengan bimbingan seorang pembimbing yang ditugaskan oleh Ketua Jurusan. Jika artikel ilmiah berasal dari skripsi maka pembimbing skripsi Mahasiswa/-i bersangkutan sekaligus menjadi pembimbing penulisan artikel ilmiah. Format penulisan artikel ilmiah dapat melihat dan memperhatikan kaidah-kaidah
  3. Artikel diringkas menjadi 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) halaman.
  4. Artikel ilmiah yang telah selesai ditulis oleh Mahasiswa/-i kemudian diperiksa tingkat kesamaannya (similarity) oleh Pembimbing
  5. Hasil pengecekan berupa file PDF akan dijadikan dasar oleh pembimbing dan Mahasiswa/-i sendiri untuk melakukan koreksi dan menghindar dari adanya unsur plagiarisme.Setelah Mahasiswa/-i melakukan perbaikan karya ilmiah,maka Mahasiswa/-i yang bersangkutan menulis Surat Pernyataan Keaslian Naskah yang diberi materai Rp. 6.000 (Lampiran 1
  6. Karya ilmiah beserta Surat Pernyataan Keaslian Naskah diajukan kepada Ketua Jurusan/Program Studi untuk dilanjutkan kepada Tim Validasi Karya Ilmiah Mahasiswa/-i yang ditunjuk. Dalam melaksanakan validasi, Tim Validasi Karya Ilmiah Mahasiswa/-i berpedoman pada panduan validasi yang telah ditentukan.
  7. Karya ilmiah Mahasiswa/-i yang telah mendapat surat keterangan valid dari Tim Validasi, diajukan kembali kepada Ketua Jurusan/Program Studi masing-masing, untuk mendapatkan surat Rekomendasi Validasi Karya Ilmiah Mahasiswa/-i
  8. Karya ilmiah yang telah direkomendasikan oleh Ketua Jurusan/Program Studi, dapat selanjutnya Mahasiswa/-i bersangkutan serahkan(untuk jurnal cetak) atau unggah sendiri artikel ilmiahnya tersebut ke Online Journal System sesuai dengan syarat (SE Dirjen Dikti No. 152/E/T/2012) untuk masing-masing  jenjang program (S1, S2, dan S3).
  9. Artikel ilmiah ini kemudian ditelaah oleh Pengelola Jurnal Ilmiah masing-masing jurusan. Pengelola Jurnal Ilmiah dapat menyetujui atau memberikan koreksi format penulisan atas artikel ilmiah Mahasiswa/-i bersangkutan. Jika artikel tersebut mendapat koreksi, maka Mahasiswa/-i dengan bimbingan dosen pembimbingnya melakukan perbaikan atas koreksi tersebut, danhasil koreksi tersebut diunggah kembali ke OJS. Jika artikel ilmiah telah disetujui, maka Pengelola Jurnal akan mengeluarkan Surat Persetujuan Penerbitan Naskah.

 

Publikasi Dosen

Keberhasilan publikasi oleh dosen dapat ditentukan dari indikator-indikator sebagai berikut:

  1. Jumlah publikasi dalam bentuk buku, prosiding atau dalam jurnal nasional maupun internasiona
  2. Tingkat akreditasi jurnal yang dikelola oleh Lembaga.
  3. Jumlah publikasi yang dikutip oleh peneliti dari dalam dan luar negeri.

Penetapan standar ditempuh dengan cara sebagai berikut:

  1. Setiap dosen peneliti AK Toyota Indonesia yang mendapatkan hibah penelitian nasional/internasional harus mempublikasikan hasil penelitian pada seminar atau jurnal terakreditasi secara nasional/internasional, tergantung pada besaran dana penelitian yang dikelola. Dengan demikian bukti publikasi merupakan prasyarat bagi dosen peneliti untuk mengajukan proposal hibah penelitian berikutnya.
  2. Dosen peneliti dapat pula melakukan desiminasi pada jaringan sistem informasi dan media massa.
  3. Dalam rangka mendorong dosen peneliti untuk secara aktif menuliskan hasil temuan mereka pada jurnal internasional, AK Toyota Indonesia dapat menerapkan reward dan berbagai kemudahan bagi setiap naskah yang diterima untuk publikasi. AK Toyota Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan dukungan terkait penulisan, perbaikan bahasa dan bantuan biaya publikasi bila pihak penerbit mengenakan tarif publikasi.
  4. Publikasi harus mengikuti kaidah penulisan ilmiah sesuai dengan ketentuan penerbit. AK Toyota Indonesia akan terus mendorong dosen yang dimiliki untuk aktif menulis. Bagi dosen pemula akan diadakan pelatihan penulisan ilmiah yang diadakan secara berkala.