Sejarah

Sejarah Singkat AK Toyota Indonesia

Dengan dimulainya era perdagangan bebas antar negara ASEAN melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA/AEC), kebutuhan akan produk-produk berkualitas dengan harga yang kompetitif menjadi tuntutan utama bagi semua pemasok produk. Produk-produk dalam negeri dituntut untuk dapat menjaga daya saingnya agar dapat memenangkan persaingan baik di dalam negeri maupun dalam lingkup ASEAN.

Produk-produk otomotif Indonesia juga dituntut untuk dapat memenangkan persaingan di era MEA tersebut. Dengan adanya MEA ini, Kementerian Perindustrian mengharapkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi justu menjadi negara pengekspor kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda empat. Dengan target produksi sebesar 2 juta unit di tahun 2020 dari sekitar 1,2 juta unit di tahun 2014 atau meningkat kurang lebih sebesar 67%, Indonesia diharapkan dapat menjadi basis ekspor kendaraan roda empat di ASEAN.

Dengan adanya peningkatan kebutuhan tersebut, diharapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta teknologi sebagai motor penggerak akan kebutuhan tersebut. Kualitas sumber daya manusia serta penyerapan teknologi dalam bidang industri diharapkan mampu meningkatkan produktivitas untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Khususnya untuk SDM, dengan  diberlakukannya MEA tersebut, pasar bebas untuk SDM juga akan berlaku. Oleh karena itu, peningkatan daya saing SDM Indonesia sangatlah dibutuhkan.  Gambaran 1.1 memperlihatkan tantangan MEA ke depan yang sudah akan menjadi bagian dari lingkup kerja AK Toyota Indonesia :

 

mea

Gambar 1 Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

 

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai salah satu produsen mobil untuk merk Toyota di Indonesia yang memiliki pasar dalam negeri dan luar negeri juga memiliki tantangan tersebut. PT. TMMIN ingin membantu pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kompetensi SDM Indonesia dalam proses manufaktur kendaraan roda empat. PT. TMMIN berencana untuk mendidik lulusan-lulusan SMK ternama di seluruh Indonesia yang nantinya diharapkan dapat menjadi pemimpin-pemimpin industri otomotif di masa yang akan datang. Institusi pendidikan yang rencananya akan dirikan adalah Akademi Komunitas Toyota Indonesia (Toyota Indonesia Academy Community disingkat TIA) yang nantinya berada di bawah naungan Yayasan Toyota Indonesia.

Terkait dengan asal dari calon peserta didik yang akan dididik, AK Toyota Indonesia berencana akan mendididik calon-calon peserta dari seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh sampai dengan Papua. Mereka akan kami seleksi secara terbuka dan adil (fair) terkait dengan karakter dan mental dasar serta kompetensi dan keahlian dasar yang sudah dimiliki.

Selanjutnya, berkaitan dengan rencana penyerapan lulusan peserta didik, mereka akan dapat diserap oleh industri otomotif di Indonesia dan kami juga akan terus menjalin kerja sama dengan institusi pemerintah untuk dapat menyalurkan mereka tidak hanya untuk industri otomotif di Indonesia, tetapi juga mencakup industri otomotif di region Asia Pasifik dan bahkan dunia.

Yayasan Toyota Indonesia akan terus merencanakan agar institusi pendidikan yang dimiliki mampu menghadapi tantangan ke depan. Beberapa rencana yang dimiliki adalah sebagai berikut

  1. Rencana stabilisasi dan penguatan proses belajar mengajar
    Peningkatkan kualitas mahasiswa dan output yang dihasilkan AK Toyota Indonesia yang meliputi sikap mental dan kompetensi yang dimiliki.
  1. Rencana pengembangan infrastruktur dan sarana belajar mengajar
    Pengembangan infrastruktur akan terus berkembang untuk memenuhi tantangan industri otomotif di masa yang akan datang. Untuk pengembangan tahap pertama (2015 – 2016), kurikulum yang dikembangkan adalah proses manufaktur dan otomasi dasar. Selanjutnya, untuk tahun berikutnya (2016 – 2017), juga akan mulai mengadopsi kurikulum proses manufaktur dan otomasi lanjutan dan akan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.
  1. Rencana pengembangan tenaga dosen
    Adalah keniscayaan bahwa dosen merupakan aset terbesar yang dimiliki sebuah institusi pendidikan. Oleh karena itu, selain perkembangan kurikulum serta infrastruktur, tenaga dosen menjadi sangat penting. AK Toyota Indonesia akan mengupayakan dosen-dosen yang dimiliki bersertifikasi secara nasional serta global untuk masing-masing kompetensi yang dimilikinya.

Peran Akademi Komunitas Toyota Indonesia diharapkan juga berlaku sebagai agent of change yang memiliki peranan sebagai berikut

  1. Sebagai pusat benchmark pendidikan teknologi manufaktur di Indonesia
  2. Sebagai pusat benchmark terhadap teknologi baru untuk industri manufaktur
  3. Sebagai pusat benchmark untuk pengembangan mental dan attitude tenaga kerja manufaktur

 

Untuk mencapai hal tersebut, Akademi Komunitas Toyota Indonesia akan

  1. Bersikap proaktif untuk mengantisipasi kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki mental yang kuat dan terampil dalam menghadapi MEA
  2. Berperan aktif sebagai pusat pengetahuan teknik manufaktur otomotif di Indonesia