Sejarah

PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai salah satu produsen mobil untuk merk Toyota di Indonesia ingin membantu pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kompetensi SDM Indonesia dalam proses manufaktur kendaraan roda empat. PT. TMMIN berencana untuk mendidik lulusan-lulusan SMK ternama di seluruh Indonesia yang nantinya diharapkan dapat menjadi pemimpin-pemimpin industri otomotif di masa yang akan datang.

Melihat adanya tantangan dan persaingan globalisasi di masa mendatang, Toyota merasa perlu untuk berperan aktif dalam transfer teknologi serta pengetahuan sehingga mampu meningkatkan skill dan pengetahuan masyarakat. Hal inilah yang mendasari Toyota Indonesia untuk mengembangkan Akademi Komunitas Toyota Indonesia. Sebagai payung hukum Akademi Komunitas Toyota Indonesia tersebut, maka pada bulan Maret 2015 didirikanlah Yayasan Toyota Indonesia (YTI).

Yayasan Toyota Indonesia adalah sebuah institusi independen yang dibentuk oleh manajemen PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berperan dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang otomotif. Tugas utamanya adalah sebagai pengelola dan penanggung jawab  Akademi Komunitas Toyota Indonesia.

Terkait dengan asal dari calon peserta didik yang akan dididik, Akademi Komunitas Toyota Indonesia berencana akan mendididik calon-calon peserta dari seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh sampai dengan Papua. Mereka akan kami seleksi secara terbuka dan adil (fair) terkait dengan karakter dan mental dasar serta kompetensi dan keahlian dasar yang sudah dimiliki.

Selanjutnya, berkaitan dengan rencana penyerapan lulusan peserta didik, mereka akan dapat diserap oleh industri otomotif di Indonesia dan kami juga akan terus menjalin kerja sama dengan institusi pemerintah untuk dapat menyalurkan mereka tidak hanya untuk industri otomotif di Indonesia, tetapi juga mencakup industri otomotif di region Asia Pasifik dan bahkan dunia.

Peran Akademi Komunitas Toyota Indonesia diharapkan juga berlaku sebagai agent of change yang memiliki peranan sebagai berikut :

  1. Sebagai pusat benchmark pendidikan teknologi manufaktur di Indonesia.
  2. Sebagai pusat benchmark terhadap teknologi baru untuk industri manufaktur.
  3. Sebagai pusat benchmark untuk pengembangan mental dan attitude tenaga kerja manufaktur.