• Berita
  • Dibaca: 7
Kolaborasi Hebat Dunia Pendidikan dan Industri: DPR RI & Forum Pesantren Kunjungi AKTI dan Toyota

Kolaborasi Hebat Dunia Pendidikan dan Industri: DPR RI & Forum Pesantren Kunjungi AKTI dan Toyota

Pada 19 Agustus 2025, suasana di Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) terasa berbeda dari biasanya. Gedung yang biasanya dipenuhi aktivitas mahasiswa kini menjadi pusat perhatian nasional, karena AKTI bersama Toyota menerima kunjungan kerja dari DPR RI dan Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP).
 
Kunjungan ini bukan sekedar agenda formal, melainkan langkah strategis menuju masa depan pendidikan Indonesia yang lebih relevan dan berdaya saing. Dengan tema “Memperkuat Strategi antara Dunia Pendidikan dan Dunia Industri, Kurikulum Relevan dengan Kebutuhan Kerja serta Membekali Santri dengan Keterampilan Unggul yang Berdaya Saing”, kegiatan ini memunculkan harapan baru bagi integrasi pendidikan vokasi, pesantren, dan industri.
 
Dalam forum ini, para anggota DPR RI bersama perwakilan Toyota dan AKTI berdiskusi hangat mengenai bagaimana kurikulum vokasi dan pesantren dapat disinergikan, agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap berkontribusi untuk bangsa.
 
 
Sebagai lembaga pendidikan vokasi di bawah naungan Toyota, AKTI menjadi contoh nyata bagaimana dunia industri dapat terlibat langsung dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Mahasiswa AKTI telah terbiasa dengan pembelajaran berbasis praktik industri dan budaya “Monozukuri” – filosofi khas Jepang tentang kesempurnaan dalam bekerja dan semangat menciptakan sesuatu dengan hati.
 
Melalui kunjungan ini, DPR RI dan FPTP melihat langsung bagaimana pendekatan tersebut bisa diadaptasi di lingkungan pesantren agar para santri memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dalam bidang teknologi dan manufaktur.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang karakter, kolaborasi, dan semangat perubahan.
Dengan dukungan DPR RI dan Toyota, diharapkan forum ini melahirkan langkah nyata dalam memperkuat keterhubungan antara pendidikan, industri, dan pesantren.
 
 
Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari gerakan besar — gerakan untuk menyiapkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing global.
Karena pada akhirnya, masa depan bangsa bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan berpikir, tapi juga oleh kemampuan beradaptasi dan keberanian untuk berubah.
 

Komentar

Belum ada komentar.